Kenangan Pahit di Putih Abu-Abu

Puisi Kenangan Terindah Kita

Ujian nasional telah berlalu seminggu yang lalu. Sementara itu  Cintia terus menerus memandang bingkai foto yang di pegangnya sedari tadi. Di foto itu, tampak ia sedang tersenyum manis dan di sebelahnya ada .. Reza. Pacarnya saat ini, Reza satu sekolah dengan Cintia. Mereka sudah lama berpacaran. Sejak mereka kelas 10 dulu tepatnya.

Rasa takut terus menghampiri Cintia. Ia takut ketika lulus nanti Reza memutuskan hubungan dengannya, atau kemungkinan lain yang mungkin bisa saja terjadi. Ia begitu menyayangi sosok Reza. Bahkan karnanya, Reza yang tadinya bernotaben anak nakal sekarang berubah menjadi anak yang lebih sopan dan lebih baik dari sebelumnya. Mereka berdua telah berjanji bila lulus nanti akan satu perguruan tinggi.

Ringtone lagu Rihanna berjudul we found love berbunyi keras saat Cintia sedang asyik-asyiknya memandangi fotonya dan Reza. Di layar handphone tertulis REZA LOVE calling. Seketika itu wajah Cintia berubah menjadi wajah kebahagiaan.

“Halo?”, sapa suara di seberang sana.

“Iya beb, ada apa?”

“Lagi apa kamu beb?”

“Lagi nyantai aja, kamunya?”

“Iya sama nih, ntar malem nonton yuk”

“Ayukk”

“Ntar aku jemput ya beb jam 7, dandan yang cantik. OK? Loveyou babe”

KLIK! telfon dimatikan.

Cintia tersenyum senang lalu berdiri, mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi.

30 menit kemudian …

TAADAAAH!! Cintia tampak cantik mengenakan kaos pink di padukan dengan celana jeans 3/4 dan dibubuhi dengan sedikit lipgloss di bibirnya serta tatanan rambut dikucir buntut kuda. Perfecto!

“Mamaaa gimana cocok gak?”, Tanya Cintia

“Cocok kok sayang, gaya nya anak muda dan sederhana banget. mama suka”, Mama melihat anaknya kagum.

TIN!! TIN!!

Suara klakson motor Reza.

“Mama, aku berangkat dulu yaa”, kata Cintia sambil mencium pipi Mamanya. Lalu segera beranjak dan pergi bersama Reza.

Di perjalanan …

“Za, kita mau nonton film apa sih?”, tanya Cintia penasaran

“Kita ga nonton film ko sayang, kita nonton pemandangan”, jawab Reza datar.

“Hah?”

“Udah deh ntar kamu juga tau tempatnya”

Setelah sampai ..

“Liat deh Vi, bagus kan pemandangan dari sini?” kata Reza sambil menggenggam lembut tangan Cintia.

“Iya Reza, terus kamu ngapain bawa aku ke sini?” tanya Cintia penasaran.

“Aku mau ngomong sesuatu ..”

“Apa?”

“Lulus SMA ini aku akan pindah ke Ausi Vi, karna Papa akan pindah kerja disana..”

Hening.

“Vi..”

“Hem..”

“Kok diem?”

“Kamu mau ninggalin aku disini sendiri Za? kamu tega? hah! aku salah apa sih sama kamu! tega yaa kamu!” Cintia melepaskan genggaman Reza. Air matanya pecah menghujani pipinya. Perasaannya tak menentu kali ini.

“Bukan gitu Vi, aku sayang sama kamu. SELALU SAYANG KAMU! percaya sama aku please. Aku akan balik ke Indonesia setelah 5 tahun disana. Tunggu aku ya ” Reza memeluk Cintia.

“Reza..”

“Iya sayang”

“I love you”

Cintia merangkul leher Reza lalu mencium bibirnya lembut.

“Aku akan nunggu kamu Za. Entah itu 5 tahun 100 tahun bahkan 1000 tahun kamu akan aku tunggu”

Reza tersenyum manis sekali, namun tidak semanis hati Cintia saat ini.

“Pulang yuk, udah malem”

“Yuk”

Di tengah perjalanan..

Cintia terus memeluk Reza. Ia tidak mau melepaskannya. Membuat konsentrasi Reza terganggu.

TIIIINNNNNNNN!!!! BRAAAKKKKK!!

Sebuah bus dari arah samping menabrak Cintia dan Reza. Mereka koma. Selama beberapa minggu lamanya.

Sayang, nyawa Reza tidak tertolong. Ia mendahului Cintia yang sedang terbaring koma.

Seminggu Kemudian …

“Mmmhh” erangan kecil terdengar di telinga Mama Cintia.

“Cintia? Kamu udah sadar sayang? Dokterrr!!!” Panggil Mama.

Dokter segera memeriksa keadaan Cintia.

“Bu, pasien sudah sadar saat ini, sejauh ini kami menemukan kemajuan pada pasien.” kata dokter.

“Saya boleh masuk dok?” Tanya Mama.

“Silahkan”

Mama masuk ruang rawat Cintia.

“Sayang, kamu udah sadar?”

“Reza mana ma? aku kangen dia. Aku mimpi Reza ninggalin aku. Itu ga bener kan?”

Mama hanya menunduk sedih.

“Ma! jawab Reza manaa!! maaa!! jangan bilang kalo..”

“Reza udah ga ada Vi, dia meninggal”

“Gakkk!! gak mungkin!! Reza bilang dia ga bakal ninggalin aku!! Reza pasti bohong!! ga mungkinnnnn!!!!!!” Teriak Cintia. Cairan hangat ber air mengalir lembut di pipinya.

*****

Takkan pernah habis air mataku

Bila ku ingat tentang dirimu

Mungkin hanya kau yang tahu

Mengapa sampai saat ini ku masih sendiri

Adakah disana kau rindu padaku

Meski kita kini ada di dunia berbeda

Bila masih mungkin waktu berputar

Kan kutunggu dirimu

Biarlah ku simpan sampai nanti aku kan ada di sana

Tenanglah diriku dalam kedamaian

Ingatlah cintaku kau tak terlihat lagi

Namun cintamu abadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s